Mengapa Berani Fokus pada Mobile Lifestyle?

20Jun10

tribun kaltim/fachmi rachman
Dedi Suherman mengetik di keyboard infrared. Minggu, 20 Juni 2010 | 10:57 WITA

Inovasi Telkomsel  Membangun Negeri (3-Habis)

Berinovasi memang bukan hal yang mudah. Namun sangat diperlukan untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda dan unggul. Itu pula yang melatari strategi dan konsep bisnis Telkomsel untuk lebih unggul di bidang industri seluler di Indonesia. Seperti apa ‘dapur’ inovasi Telkomsel?

TRIBUNKALTIM.co.id – Kata yang tepat untuk manajemen Telkomsel mengawali inovasi adalah: fokus dan kreatif!  Itu kemudian diwujudkan dengan membentuk divisi khusus dalam struktur manajemen di kantor pusat Jakarta.  Adalah Dedi Suherman –kini General Manager (GM) Network Operation Telkomsel Regional Kalimantan–  karyawan Telkomsel ketika itu yang dipercayakan Direktur Utama (Dirut) Telkomsel untuk memimpin divisi baru yang dinamai Business Incubation. “Pertamakali dibentuk, saya ditunjuk menjadi general manager untuk memimpin organisasi ini. Saya sendiri, tidak ada staf. Saya bertanya pada dirut, job desc-nya apa? Dirut menjawab, silakan pikirkan sendiri. Tapi ada juga konsultan,” tutur Dedi, Senin (14/6) lalu.

Penyandang gelar Master of Engineering dari Royal Melbourne of Technology, Australia, ini ditugaskan untuk merancang produk berbasis teknologi baru yang tidak dipikirkan oleh existing product dan tidak dicover. Artinya, merancang bisnis yang tidak biasa dalam industri seluler. Salah satu yang kemudian dihasilkan yakni program Telkomsel Merah Putih atau MEnembus daeRAH Pedesaan, indUstri TerpencIl dan baHari.

“Program Merah Putih itu dari divisi kami. Kemudian Universal Service Obligation (USO) yang sekarang dikembangkan, cikal-bakalnya juga dari kami. Dulu memang pemerintah punya konsep USO, namun tidak ada perusahaan yang sanggup untuk merealisasikannya. Nah, setelah kami menerapkan program Merah Putih, secara bisnis juga bisa jalan, akhirnya pemerintah mikir ulang dan dibuatlah mengikuti kami terutama dalam hal bisnisnya bisa masuk. Kemudian kami membuat  layanan di kapal Pelni. Ini segmen yang tidak dipikirkan,” papar pria asal Singkawang, Kalimantan Barat ini.

Di usia ke-15 tahun, Telkomsel serius menggelontorkan investasi untuk pengembangan mobile lifestyle. Mengapa berani fokus pada mobile lifestyle? Dedi yang mantan General Manager Technology Planning di kantor pusat Telkomsel, menyebutkan beberapa alasan. Pertama, visi Telkomsel yakni Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region. Kedua, mengapa BlackBerry sukses, iPhone sukses, iPad sukses? Jawabannya adalah karena lifestyle. “Untuk itulah, lifestyle menjadi kata kunci dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Akhirnya kami turunkan lifestyle bukan hanya level smartphone tetapi sampai ke aplikasi seperti fitur kesehatan, asuransi, mobile music, advertising dan sebagainya. Itulah salah satu new bussiness di Telkomsel,” tandas Dedi.

Selain itu, lanjutnya, Telkomsel sedang menyiapkan diri untuk menerapkan Long Term Evolution (LTE) atau teknologi seluler generasi keempat (4G). Ini merupakan teknologi pita lebar bergerak (mobile broadband) kelanjutan dari teknologi seluler generasi ketiga (3G) dan HSDPA (high speed downlink packet access), dan HSPA + (high speed packet access plus).  Menurut Dedi, semua layanan ini berbasis data. Teknologi ini tidak akan berarti jika tidak ditunjang dengan content. “Nah, content-nya adalah lifestyle,” tambah Dedi lagi.

Teknologi 4G  sudah diujicoba Telkomsel di Jakarta bersama provider dari delapan negara di antaranya Singapura, India, Thailand, Bangladesh, Filipina. “Kami lakukan serentak untuk melihat kesiapan teknologi dan karakteristiknya. Ini menunjukkan kami siap untuk menerapkan LTE. Telkomsel yang pertama memeloporinya. Bulan Juni ini, kami ujicoba atau demo 4G di empat kota di Indonesia.  Jika perusahaan mau inves ke suatu mobile lifestyle yang baru, jangan bermimpi dalam satu atau dua tahun kembali modal. Namun kalau tidak berani dimulai, ya tidak berani masuk ke konsep yang baru,” ujarnya.

Keseriusan Telkomsel tak hanya sebatas modal dan teknologi, tapi juga sumberdaya manusia.  Itu dibuktikan dengan penambahan dua deputi untuk membantu Vice President (VP)  Product Lifecycle Management Telkomsel. Mereka fokus pada inovasi produk berbasis seluler.  Inovasi apa lagi yang segera diluncurkan? “Tim ini sangat kreatif. Kalau membuat produk, targetnya menghasilkan produk yang membuat orang merasa bergengsi selain memenuhi aspek lain kebutuhan pelanggan sesuai segmentasi,” tambah Dedi.(fransina luhukay)
sumber : tribunkaltim.co.id



No Responses Yet to “Mengapa Berani Fokus pada Mobile Lifestyle?”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: