Telkomsel Garap Komunitas Kampus

23Jun10

SURABAYA (Suara Karya): Operator seluler terbesar, PT Telkomsel, akan memerkuat pemasaran berbasis komunitas untuk mendongkrak penguasaan pasar. Dengan menawarkan berbagai keuntungan yang disediakan untuk beragam komunitas, Telkomsel optimistis bisa menggaet 2 juta pelanggan baru di wilayah Jawa Timur.

Menurut Loyalty and Reward Manager PT Telkomsel, Andi Agustian, pemasaran berbasis komunitas sangat efektif karena langsung membidik pasar tertentu dengan spesifikasi atau karakter khusus.

“Saat ini kami sedang membidik komunitas bike to campus di empat kota besar, seperti Surabaya, Makassar, Medan, dan Jakarta,” katanya di sela-sela program Simpati Zone Bike 2 Campus di Universitas Negeri Surabaya.

Menurut dia, program itu merupakan bagian dari kampanye go green menggunakan sepeda sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan. Berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan di antaranya city touring campus to campaign, pameran komunitas sepeda, dan lomba desain sepeda antarkampus. “Para anggota komunitas sepeda pasti akan saling bertukar informasi. Pemasaran melalui jaringan ini tentu akan lebih efektif,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurutnya, jumlah anggota komunitas Simpati Zone di Indonesia sudah mencapai 5 juta orang. Mereka akan mendapatkan layanan gratis biaya ganti kartu dengan nomor yang sama, undangan eksklusif untuk kegiatan komunitas, dan sebagainya.

Di tempat terpisah, GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jateng/DIY, Roosman Koeshendarto, mengatakan, Telkomsel sebagai perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memelopori dan membantu reformasi pendidikan. Salah satunya, melalui program Telkomsel School Community.

Di Jateng/DIY, upaya Telkomsel memercepat reformasi pendidikan terlihat dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Diknas) Jateng untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan dunia pendidikan, yaitu melalui program Telkomsel School Community.

“Dengan menggunakan handphone, produk-produk jasa layanan Telkomsel–seperti kartu Hallo, kartu Simpati, kartu As, dan Telkomsel Flash–dapat menghubungkan berbagai pihak di seluruh dunia secara mudah, murah, dan cepat. Perkembangan teknologi telepon seluler, internet, dan komputer yang menjadikan hidup manusia begitu mudah, cepat, murah, dan tanpa batas ini diterapkan Telkomsel di dunia pendidikan,” tuturnya.

Dia menambahkan, para pelaku pendidikan dapat mencari berbagai informasi pendidikan melalui internet dengan menggunakan Telkomsel Flash. “Di Jateng, anggota program ini telah mencapai lebih satu juta pelajar. Industri TIK atau operator seluler lain diharapkan meniru langkah Telkomsel, yakni menuju tercapainya pembaruan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ungkapnya. (Andira/Pudyo Saptono)
sumber : suarakarya-online.com


No Responses Yet to “Telkomsel Garap Komunitas Kampus”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: